Kementan Siapkan Inovasi Pelayanan Publik via Teleconference

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

BANDARLAMPUNG

18 April 2020 14:25 WIB
Advertorial | Rilis ID
FOTO:Grafis Bapeltan Lampung
Rilis ID
FOTO:Grafis Bapeltan Lampung

RILISID, BANDARLAMPUNG — Di tengah situasi mewabahnya pandemi virus Corona hingga saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan pelayanan publik salah satunya dengan menyelenggarakan kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP) tahun 2020. Salah satunya, dengan menyampaikan proposal inovasi pelayanan publik secara online melalui sinovik.menpan.go.id.

Para peserta kompetisi pelayanan publik ini adalah unit organisasi di eselon 1 dan 2 di lingkungan Kementan. Melalui Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan berupaya melakukan optimalisasi penyusunan proposal KIPP dengan melakukan pembahasan proposal KIPP dengan cara teleconference.

Dalam teleconference tersebut, Bapeltan Lampung menjadi salah satu UPT BPPSDMP yang telah mempresentasikan proposal KIPP dengan inovasi berupa mini agrowisata yang masuk ke dalam kategori pendidikan.

Di tengah pandemi ini, diharapkan muncul inovasi baru sebagai upaya perbaikan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik yang berkesinambungan demi mewujudkan pelayanan publik yang prima, di mana sekaligus menjadi perubahan besar pada setiap aktivitas pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya mengatakan, keberlanjutan pertanian dalam rangka menghasilkan pangan akan banyak dipengaruhi oleh SDM pertanian.

Arahan Mentan tersebut direspons Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dengan menginstruksikan langsung kepada seluruh UPT BPPSDMP untuk tetap berperan aktif di tengah pandemi ini sesuai dengan tupoksi. Yaitu, peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menurut Dedi, pemberdayaan dan pengembangan SDM Pertanian menjadi agenda prioritas Kementan untuk mendongkrak produktivitas.

Menindaklanjuti arahan Mentan dan instruksi Kepala BPPSDMP, Kepala Bapeltan Lampung Dadan Sunarsa menjelaskan, dalam rangka mendukung program pembangunan pertanian, maka diperlukan peningkatan sumber daya manusia  yang berkompeten dan profesional.

Keikusertaan Bapeltan Lampung dalam kompetisi ini memperkenalkan pembelajaran pertanian pada petani dan masyarakat umum di Lampung baru sekadar secara teori atau otodidak sehingga dibutuhkan satu inovasi yang mampu memberikan edukasi pengetahuan praktek melalui konsep mini agrowisata.

Inovasi Mini Agrowisata Pemanfaatan Lahan Untuk Edukasi (MinTa PLUEs)  merupakan satu-satunya inovasi pertanian dengan konsep  agrowisata di Lampung yang menggabungkan pendidikan secara teori dan aplikasi sehingga dengan inovasi ini kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan lebih aplikatif dapat terpenuhi. Penataan mini agrowisata selalu dilakukan dengan membuat sistem zonasi berdasarkan jenis tanaman yang dibudidayakan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Wirahadikusumah
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya