Kembangkan Industri Logam Dasar, Pemerintah Diharapkan Lakukan Ini
Ainul Ghurri
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong keberpihakan kebijakan membangun hilirisasi dan pengembangan industri logam dasar. Hal ini sejalan dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan, mengatakan, RIPIN mengamanatkan hilirisasi mineral tambang dengan percepatan fasilitas pengolahan (smelter). Dengan begitu, proses industrialisasi Indonesia akan lebih maju.
"Implementasi RIPIN tentunya harus ada dukungan semua pihak, seperti masalah sarana infrastruktur dan pasokan listrik yang masih menjadi kendala utama pembangunan smelter. Maka, perlu dukungan pemerintah," ujarnya sela diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/2/2018).
Johnny menilai, suksesnya hilirisasi mineral tambang ditandai terserapnya produk smelter dalam negeri dari industri hilir berbasis mineral logam. Industri logam dasar, misalnya.
"Tanpa adanya industri manufaktur berbasis mineral logam, maka hilirisasi mineral tambang tetap tidak akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi," tegasnya.
Karenanya, Kadin merekomendasi beberapa kebijakan strategis pengembangan industri logam dasar dan mineral logam. Di antaranya, kepastian dan keberpihakan pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan baku dan pasokan energi.
"Pemerintah dapat memberikan insentif bagi perusahaan yang serius dan konsistensi melaksanakan hilirisasi dan pembangunan industri logam melalui harga energi yang berdaya saing dan dukungan infrastruktur," tuntas Johnny.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
