Kedai Warta Kopi Hadir di Pusat Kota dengan Sejuta Inspirasi
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Menurut dia, banyak hal yang membedakan Warta Kopi dengan kedai kopi lainnya.
Salah satunya pengolahan kopi yang dimulai dari nol. Biji kopi yang diracik dan sajikan kepada pengunjung juga berasal dari kelompok petani.
”Kita punya kelompok petani kopi binaan di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus. Jadi proses budidaya, penanganan pasca panen, penyortiran hingga pengolahan semua terkontrol. Kita hanya pakai biji kopi yang benar-benar sempurna dengan kader air maksimal 12 hingga 13 persen untuk menjamin kualtias rasa kopi yang kita sajikan,” jelasnya.
Di Kedai Warta Kopi, pengunjung juga bisa menyaksikan secara langsung, proses roasting hingga penyeduhan kopi.
”Bicara rasa kopi pasti sama. Tapi kita membuat kopi ini dengna fine (sempurna/kopi unggulan) robusta Lampung. Maka cita rasanya benar-benar dapat. Ini pun sudah beberapa kali kita uji cita rasanya,” tambahnya.
Menurut dia, Kopi Robusta Lampung jika diolah dengan baik maka cita rasanya tidak kalah dengan kopi dari darah luar, termasuk jenis Arabika.
Tak hanya cita rasa, menurut dia, dengan kontrol pengolahan yang ketat, kopi juga dapat berdampak baik untuk kesehatan tubuh.
Sebaliknya, pengolahan kopi yang salah, apalagi asal-asalan, akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
”Kandungan yang ada di kopi ini, salah satunya kafein, dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imun). Kalau pengolahannya benar,” katanya.
Di Warta Kopi, pengunjung bisa memesan beberapa varian kopi. Mulai dari kopi susu, tubruk, vietnam grade, dan varian lainnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
