Kebun Percobaan sebagai 'Show Window' Pertanian 4.0
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Progam Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan fungsi Kebun Percobaan (KP) sekaligus pembinaan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian khusus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang memiliki 120 KP yang hampir tersebar di setiap provinsi di Indonesia. Di samping itu Balitbangtan memiliki tanggung jawab besar dalam mengoptimalkan dan sebagai percontohan dan pembelajaran bagi para petani di sekitar KP.
Tenaga Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Budi Indra Setiawan meminta kepada jajaran untuk mempertahankan bangunan bersejarah dan fasilitas lain. Memperbaiki saluran irigasi, serta penerapan Pertanian 4.0, Smart Agriculture atau Internet of Thing (IoT) dalam pengelolaannya.
”Infrastruktur saluran irigasi yang menghubungkan sumber air ke saluran tersier di KP harus segera diperbaiki agar tidak banyak yang bocor, buat pipanisasi agar debit air terpenuhi. Kebun percobaan harus bisa menjadi contoh bagi mayarakat di sekitar KP, oleh karena itu di era 4.0 ini, KP harus menjadi pionir” tegas Budi saat meninjau langsung kondisi saluran irigasi di KP Muara, Bogor, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, empat kebun percobaan BB Padi yang ada di Muara Bogor, Sukamandi, Pusakanagara, dan Kuningan, masing-masing berada dilokasi yang sangat strategis. Evaluasi internal dan eksternal menjadi fokus utama awal pelaksanaan kegiatan ini.
Sementara itu, Sekertaris Badan Litbang Pertanian M. Prama Yufdi mengatakan, padi sebagai komoditas strategis harus bisa keluar dari pola lama. Sehingga tidak tergilas dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan mulai siap dengan inovasi yang bisa diterapkan pengguna.
“Permasalahan tanaman padi sangat beragam, mulai dari masalah areal dan banyak lagi. Tugas Balitbangtan adalah menghasilkan inovasi dalam bentuk varietas unggul dan paket teknologinya. Sebagai contoh, program Selamatkan Rawa Sejahteakan Petani (SERASI) yang telah dilaksanakan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan adalah salah satu bukti tanggung jawab Balitbangtan untuk menyiapkan paket teknologinya," ungkap Prama dalam kunjunganya ke Kebun Percobaan Pusakanagara.
Prama menambahkan, permasalah Sumber Daya Manusia terjadi di setiap Unit Kerja/UnitPelaksana Teknis, tetapi hal ini jangan dijadikan alasan untuk tidak berkarya atau melakukan sesuatu untuk bangsa dan negara.
"Pekerjaan Rumah (PR) kita bagaimana mengatasi permasalahn SDM dengan dukungan teknologi-teknologi terkini yang tidak terlalu banyak menggunakan tenaga manusia. Perubahan suatu keharusan, kitat tidak bisa bersikukuh dengan pola lama agar tidak tergilas. Baca strategi-strategi yang mudah diadop dan sudah banyak dipakai oleh generasi milenial”, tambahnya.
Untuk memenuhi kebutuhan benih, saat ini Balitbangtan sedang melakukan pemetaan terkait kebutuhan benih secara nasional sehingga program penggadaan benih terus dilakukan.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
