Ini Solusi Tepat Pertanian Ramah Lingkungan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

20 Juni 2018 22:14 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

Kedalaman air hendaknya mewakili kedalaman air rata-rata dari lahan sawah. Piezometer tidak boleh dipasang di tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Penerapan AWD dapat dimulai pada 1 hingga 2 minggu setelah penanaman benih padi.

Apabila terdapat banyak gulma, AWD dapat ditunda selama 2 hingga 3 minggu untuk membantu menekan pertumbuhan gulma. Manfaat lain dari pengeringan lahan sawah selain dapat membantu mengurangi pertumbuhan gulma juga dapat mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman seperti wereng dan keong sawah, menciptakan lingkungan yang kaya oksigen yang baik untuk pertumbuhan perakaran serta mengurangi pembentukkan gas metana.

Cara pengairan yang dilakukan pada sistem ini adalah sebagai berikut: mula-mula sawah diairi setinggi 5 centimeter di atas permukaan tanah, dibiarkan beberapa hari hingga air turun secara alami sampai 15 centimeter di bawah permukaan tanah.

Setelah air turun, pengairan dilakukan kembali. Jumlah penurunan air akan bervariasi antara 1 hingga 10 hari, tergantung pada jenis tanah, cuaca dan tahap pertumbuhan tanaman. 

Penentuan waktu dan frekuensi pergantian pembasahan dan pengeringan bergantung pada tahap pertumbuhan padi, cuaca dan kondisi lahan sawah yang disesuaikan oleh sistem budidaya padi yang digunakan. 

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengungkapkan, upaya penghematan air untuk kegiatan pertanian sangat penting dilakukan untuk penambahan areal tambah tanam serta mengantisipasi kelangkaan air di musim kemarau.

“Membangun infrastruktur air dan sarana irigasi terus kita lakukan. Namun demikian kita juga mesti bijak dan hemat dalam memanfaatkan air yang kita kelola,” ujar Dedi.

Teknologi AWD dapat menghemat air, meningkatkan hasil, dan menurunkan emisi GRK di lahan sawah. Petani untung, lingkungan terjaga.

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya