Ini Solusi Tepat Pertanian Ramah Lingkungan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

20 Juni 2018 22:14 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Alternate wetting and drying (AWD) adalah teknologi hemat air yang dapat diterapkan petani untuk mengurangi penggunaan air irigasi di lahan sawah.

Penerapan AWD bahkan dapat meningkatkan produksi padi selain menurunkan emisi/pelepasan gas rumah kaca (GRK). Teknologi ini dikembangkan oleh International Rice Research institute (IRRI) pada tahun 2009 di Philipina.

Perubahan iklim yang belakangan terjadi dapat berakibat pada kelangkaan pasokan air untuk pertanian.

Hal tersebut sangat sangat meresahkan petani dan dapat menjadi ancaman yang serius, karena pada akhirnya kelangkaan air dapat menurunkan produksi dan bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen. 

Kelangkaan air dipicu bukan saja akibat perubahan iklim, namun disebabkan oleh cara penggunaan air yang boros.

Petani kerap mengairi sawah mereka dengan cara menggenangi secara terus menerus. Cara tersebut selain boros air, juga berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca.

Menurut Bouman et al. (2007), kebutuhan air dengan cara di atas mencapai 1.900 hingga 5.000 liter air untuk setiap kilogram beras yang dihasilkan.

Pengujian terhadap AWD di Indonesia telah dilakukan oleh peneliti di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) bekerjasama dengan National Agriculture and food Research Organization (NARO) pada tahun 2013 hingga 2016 selama 6 musim tanam.

Menurut peneliti Balingtan, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Ali Pramono, dari hasil pengujian yang dilakukannya di kebun percobaan Balingtan, kelangkaan air di lahan sawah dapat ditekan, bahkan dapat dihindari, salah satunya dengan menerapkan teknologi AWD.

Teknologi ini mampu menghemat penggunaan air irigasi sebesar 17 hingga 20 persen dan menekan emisi gas rumah kaca antara 35 hingga 38 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya