Ini PR Terberat di Sektor Pertanian
Ainul Ghurri
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Dewan Ketahanan Pangan, Khudori, menilai, banyak pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian. Pasalnya, penyelesaian masalah pertanian tak bisa jangka pendek, melainkan waktu panjang.
"Sampai hari ini, PR kita yang paling berat itu adalah hilirisasi sebetulnya," katanya saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Senin (5/2/2018).
Khudori menjelaskan, hingga kini ekspor hilir andalan pemerintah masih berbasis mentah. Olahan kelapa sawit menjadi pekerjaan paling berat. Meskipun ada upaya pemerintah terkait olahan bahan baku awal, nilai ekspor produk sawit belum cukup meningkatkan nilai tambah.
"Kalaupun ada upaya mengolah itu, dia belum pada level olahan yang nilai tambahnya tinggi. Jauh beda nilai tambahnya dari produk-produk hilir yang diekspor Malaysia," jelasnya.
Pengamat Pertanian ini menambahkan, pemerintah belum serius melaksanakan ekspor kelapa sawit di hilirisasi. Padahal, intensitas harga komoditas bakal bertahan terhadap goncangan harga, bila masuk hilirasasi.
"Kalau pemerintah bisa menggarap ini dengan serius dan hilirasasinya terus digenjot, sebenarnya nilai tambahnya akan tinggi," pungkas Khudori.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
