Fadli Zon: Utang Menumpuk, BUMN di Ambang Krisis Serius

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

6 Juni 2018 23:18 WIB
Bisnis | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Melonjaknya utang BUMN hingga Rp1.300 triliun dalam empat tahun terakhir menandakan BUMN Indonesia diambang krisis yang serius.

Bahkan, untuk menyeimbangkan neraca keuangan, sejumlah BUMN, terutama yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur, terancam harus menghentikan investasi dalam lima tahun ke depan.

"Satu per satu masalah yang ditanam oleh rezim berkuasa saat ini mulai meletus menjadi ancaman. Kita sudah mengingatkan dari awal pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat perekonomian sedang lesu dan negara tak punya uang sangatlah berbahaya. Tapi Presiden berdalih pembangunan infrastruktur tak akan membebani APBN," kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Dalih tersebut, kata Fadli, tidaklah benar. Pada kenyataannya pembangunan tadi telah dibiayai oleh utang BUMN yang risikonya pasti kembali lagi ke APBN.

"Sebagai gambaran, saat ini total utang BUMN mencapai Rp4.825 trliun, atau naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang tahun 2014 yang sebesar Rp3.488 triliun. Kalau kita perhatikan data-data mengenai utang Indonesia, lonjakan utang sektor publik terjadi sejak tahun 2014 memang terutama disebabkan lonjakan utang BUMN," katanya.

Menurut Fadli, ada dua masalah fatal terkait utang BUMN tersebut. Pertama, sebagian besar utang itu merupakan utang jangka pendek. 

"Ini kan berbahaya, sebab situasi perekonomian, baik global maupun domestik, sedang mengalami kontraksi," sebutnya.

Kedua, dari data yang ia punya, sekitar 60 persen utang tersebut berbentuk valuta asing yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Jika nilai tukar rupiah melemah, BUMN tentu akan semakin berdarah-darah," kata dia.

Meski total aset BUMN naik menjadi Rp7.212 triliun pada akhir 2017, kata Fadli, dengan utang Rp4.825 triliun maka rasio utang BUMN mencapai 67 persen aset.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya