Embung, Kearifan Lokal Petani Lombok
Anonymous
Jakarta
"Terdapat 1.400 an embung di Kecamatan Jerowaru dan 200 an di Kecamatan Keruak," kata Karmin, Kepala Unit Penyuluhan dan Pertanian (UPP) Jerowaru.
Dari diskusi dengan para penyuluh setempat, untuk dua hektare perlu dibuat embung minimal 0,2 hektare atau sepuluh persen dari luas tanah.
Embung tradisional di Lombok memiliki kelembagaan berbasis keluarga karena awal pembuatannya berasal dari satu keluarga di masa lalu.
Karena telah diturunkan ke anak cucu, maka sekarang dikelola bersama secara gotong royong oleh keluarga besar.
Hal ini berbeda kelembagaannya bila membangun embung untuk dipakai bersama pada lokasi yang disepakati bersama.
Saat memasuki musim kemarau ini, embung-embung membantu petani menyediakan air untuk padu sawah, palawija, tembakau dan tanaman lain.
Air tersebut berasal dari hujan dan air permukaan dari lahan yang lebih tinggi.
Kearifan lokal petani menanami pinggiran embung dengan bambu untuk memperkuat pinggiran dan menekan evaporasi.
Bila tidak ada embung, penanaman padi sekali dan tanaman lain sekali.
Dengan embung padi dapat ditanam dua kali diikuti tanaman lain.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
