Embung, Kearifan Lokal Petani Lombok 

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

23 Mei 2018 12:42 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB)  dan Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi paling kering di Indonesia. 

Pemerintah dan masyarakatnya pun terus berupaya untuk menundukkan iklim yang kurang bersahabat itu. 

Terlihat,  ketika teknologi gogo rancah diadopsi beberapa dekade lalu,  disusul dengan pembangunan bendungan dan infrastruktur air lain,  membuat produksi pangan di kedua provinsi itu terus meningkat. 

Kini, memasuki era Upsus sejak 2015, produksi beras meningkat terus sehingga menjadikan provinsi ini lumbung pangan padi,  jagung dan kedele. 

Kemampuan NTB sebagai lumbung pangan nasional terlihat dari kemampuan serapan gabah nasional menduduki urutan lima jauh meninggalkan lampung di urutan enam. 

Bahkan terakhir, selisihnya dengan urutan Jawa Tengah di nomor empat makin kecil. 

Dalam suatu kesempatan Kabid PSP Dinas Pertanian Lombok Timur, Sahri, menyatakan embung merupakan kearifan lokal masyarakat Sasak Lombok.  

Keberhasilan itu juga merupakan hasil interaksi faktor kultural yang mampu mengptimalkan faktor pedologis dan klimatologis. 

Kultur masyarakat sasak yang dekat  Bali dan Jawa, sebagai masyarakat ahli bersawah mampu mengatasi kendala klimatologis iklim kering dengan memanfaatkan karakteristik tanah grumusol berpermeabilitas sangat lambat membuat embung. 

Kalau masyarakat Bali punya Subak,  maka masyarakat Lombok jagonya Embung. 

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya