Dirut Bank Mandiri: Industri Perbankan Mengalami Perlambatan, namun...

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

7 Februari 2018 13:52 WIB
Bisnis | Rilis ID
Bank Mandiri. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
Bank Mandiri. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Direktur Utama PT Bank Mandiri (persero), Kartika Wirjoatmodjo, menyatakan, industri perbankan tengah mengalami perlambatan. Diharapkan segera membaik dan didukung sektor makro.

"Diharapkan industri perbankan bisa jauh lebih baik di masa mendatang, didukung oleh kondisi ekonomi makro yang menguntungkan, seperti pemulihan konsumsi domestik, stabilnya mata uang, dan likuiditas yang stabil," ujarnya sela Mandiri Investment Forum (IMF) 2018, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Meski demikian, kata Tiko, sapaannya, kinerja Mandiri pada 2017 mengalami peningkatan. Pinjaman dan pertumbuhan lebih tinggi serta rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) mulai menurun bertahap. Peningkatan tersebut terlihat dalam konsistennya pertumbuhan kredit.

"Lebih tinggi dibandingkan dengan industri pada 10, 4 persen. Kualitas aset dengan rasio NPL pada 3,46 persen (down 54 basis points) dan keuntungan pertumbuhan menjadi Rp20,6 triliun," jelasnya.

Tiko menambahkan, Mandiri berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur melalui pinjaman dan solusi pembiayaan lain. Pada Desember 2017, misalnya, pinjaman Bank Mandiri di sektor infrastruktur mencapai US$10,4 miliar atau 21,9 persen. 

"Selain itu, yaitu Mandiri Sekuritas, salah satu perusahaan Mandiri Group, menyediakan solusi keuangan yang inovatif. Mandiri Sekuritas membantu Jasa Marga meningkatkan US$295 juta tahun yang lalu melalui penerbitan global obligasi. Terdaftar pada Bursa Saham London dan membawa 7,5 persen kupon, adalah empat kali kelebihan permintaan," tukasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya