DPR Kritik Sikap Pemerintah yang Sepelekan Kenaikan Harga Telur
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota DPR RI Sodik Mujahid mengkritik Pemerintah yang menyepelekan kenaikan harga telur ayam yang menyentuh Rp30 ribu lantaran pengaruh dari musim haji, Piala Dunia 2018, dan Pilkada serentak.
"Dulu, kasus (harga) cabe naik dan tomat, (masyarakat) disuruh nanam sebagainya, kasus (konsumsi) daging bekicot dan lainnya, menunjukkan bahwa pemerintah kita amatiran, bukan sebagai pelindung rakyat tapi pedagang," ujar Sodik di Jakarta, Jumat (20/7/2018).
Sodik mencontohkan, pada era Presiden Soeharto dulu, ketika ada kenaikan harga komoditi maka otomatis akan menjadi perhatian pemerintah.
"Zaman Pak Harto kalau harga telur naik jadi isu nasional dan dibahas dalam rapat bidang ekuin," terangnya.
Untuk itu, menurutnya, jika pemerintahan Jokowi tidak mampu menghadirkan solusi bagi permasalahan rakyat, maka tidak perlu lah menjadi penguasa.
"Ya, jangan jadi penguasa dan jadi pemerintah, jadi rakyat saja kalau hanya bisa menyalahkan situasi dan tidak cari solusi dari situasi," pungkas politisi Gerindra itu.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut kenaikan harga telur salah satunya karena Piala Dunia 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
