Biodesel B-100 Terbukti Bisa Jadi Alternatif Bahan Bakar Masa Depan
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pengembangan energi terbarukan menjadi tantangan bagi setiap negara guna mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang semakin lama menurun ketersediannya. Bentuk upayanya ialah mencari alternatif sumber bahan bakar baru bersifat ramah lingkungan, dengan stok bahan bakunya terjamin, serta memiliki harga yang lebih terjangkau dari bahan bakar pada umumnya.
Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah berhasil melakukan lompatan besar dengan menemukan bahan bakar alternatif bersumber dari Crude Palm Oil (CPO) yang disebut Biodiesel B-100 atau 100 persen terdiri dari kandungan minyak nabati. Selain itu, B-100 ini juga mampu meningkatkan pemanfaatan kelapa sawit di Indonesia yang dikenal sebagai Negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia dengan lahan se-luas 14,03 juta hektare.
Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menjelaskan, dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, penggunaan B-100 mampu mencapai jarak 13,1 kilometer per liter. Jarak tersebut lebih jauh jika dibanding solar yang hanya mencapai 9 kilometer per liter.
“Lebih dari itu, penggunaan B-100 ini bisa menghemat devisa sebesar Rp26 triliun yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit," ujar Momon saat membuka Pertemuan Badan Koordinasi Humas di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/7/19).
Momon menjelaskan, penghematan ini bisa didapat dari substitusi impor solar yang selama ini cukup tinggi. Di sisi lain, biodiesel juga mampu mengurangi pencemaran lingkungan karena rendah polusi dengan karbonmonoksida (CO) biodiesel lebih rendah 48 persen dibanding solar.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang pejabat humas dari berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Indonesia tersebut, turut hadir sebagai pembicara Dr. Ir. Desrial selaku Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA). Ia menjelaskan bagaimana peluang dan tantangan pengembangan biodiesel dan industrialisasi ke depan.
“dengan adanya energi terbarukan B-100 ini, tentu akan menciptakan beberapa peluang yaitu memperkuat keamanan energi nasional serta meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik dengan sumber daya terbarukan” ujar desrial dihadapan para peserta yang hadir.
“disisi lain akan muncul pula tantangan penting untuk diperhatikan menyangkut regulasi pemerintah terkait sumber energi baru yang kuat dan melibatkan banyak pihak serta kebijakan harga yang tepat untuk masyarakat” tambahnya sebelum mengakhiri paparan.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D yang merupakan Koordinator dari penemuan inovasi B-100 di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) dalam pertemuan tersebut juga menjelaskan pihaknya akan terus melakukan ujicoba B-100 terhadap performa mesin diesel pada 16 kendaraan bermotor.
"Kita menggunakan kendaraan yang murni B-100 dengan kendaraan lain yang menggunakan solar biasa. Nanti kita akan bandingkan dan akan dibongkar (mesinnya) sampai 10 ribu kilometer," tuturnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
