Bertengger di Rp15.248, Rupiah Merosot ke Level Terendah Baru dalam Dua Dekade
Elvi R
Jakarta
"Tapi dampaknya meskipun positif memang dirasa kecil. Pelaku pasar masih melihat fundamental ekonomi dan sentimen global. IHSG dibayangi aksi jual oleh investor asing. Net sales asing dalam seminggu terakhir mencapai Rp2,39 triliun di pasar saham. Performa IHSG dalam seminggu terakhir menurun 4,09 persen. Koreksi masih berlanjut hingga pekan depan," ungkap Bhima.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS yang masih mengalami perlemahan terjadi karena pengaruh dari membaiknya kondisi ekonomi di AS.
"Kita melihat ekonomi AS itu masih sangat mendominasi dan pergerakannya cepat sekali," kata Sri Mulyani saat ditemui pada sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin.
Sri Mulyani menjelaskan, membaiknya kondisi ekonomi AS tersebut menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga acuan The Fed dan disertai oleh penyesuaian imbal hasil obligasi negara AS dengan tenor 10 tahun.
"Kita lihat dua-duanya bergerak, suku bunga The Fed naik dan 'yield bonds' 10 tahun naik, ini semakin menkonfirmasi bahwa akselerasi ekonomi AS makin tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan ekonomi AS akan terus berakselerasi hingga mencapai titik keseimbangan baru, karena kenaikan suku bunga acuan The Fed diproyeksikan akan terus terjadi, sebanyak satu kali di 2018 dan dua atau tiga kali pada 2019.
Untuk itu, Sri Mulyani mengingatkan pentingnya memperkuat fundamental perekonomian, agar pergerakan Rupiah dapat lebih stabil dalam menghadapi tekanan eksternal, meski depresiasi yang sedang terjadi tidak bisa dihindarkan sebagai respon atas kondisi global.
"Oleh karena itu harus dilakukan penyesuaian, baik di dalam strategi pembangunan supaya lebih stabil atau berdaya tahan, dan dalam bentuk nilai tukar yang dalam hal ini fleksibel. Kita memang harus berhati-hati dari pergerakan ini," ujarnya.
Selain itu, ia memastikan pemerintah dan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga kinerja perekonomian serta pergerakan mata uang rupiah secara keseluruhan agar tidak rentan terhadap dinamika lingkungan global.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
