Balitbangtan Rakit Calon Varietas Padi Gogo, Ini Kelebihannya...

Elvi R

Elvi R

Jakarta

1 Agustus 2019 08:58 WIB
Bisnis | Rilis ID
Peneliti Balitbangtan, Dr Iswari Saraswati Dewi bersama padi gogo. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Peneliti Balitbangtan, Dr Iswari Saraswati Dewi bersama padi gogo. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah merakit calon varietas padi gogo atau padi lahan kering. Kelebihan padi ini terletak pada produktivitas rata-rata lebih dari 5 ton per hektar dan potensi hasil mencapai 8,7 ton per hektar.

“Untuk potensi hasil di atas 7 ton bahkan ada yang sampai 8,7 ton per hektar. Itu sangat baik sekali untuk padi gogo karena selama ini produktivitas nasional padi gogo hanya sekitar 3,5 ton per hektar”, ujar peneliti Balitbangtan, Dr Iswari Saraswati Dewi dalam kegiatan produksi benih penjenis padi gogo di Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada akhir Juli lalu.

Selain produktivitas, calon varietas ini juga memiliki kelebihan ketahanan terhadap penyakit blas, toleran terhadap keracunan aluminium serta toleran kekeringan.

“Untuk merilis padi gogo, kami diminta minimal empat ras tahan penyakit blas, tapi ini lebih dari empat ras yang memiliki ketahanan”, ujar Iswari.

Iswari menjelaskan, padi gogo merupakan padi lahan kering atau lahan sub marginal, sehingga cocok dikembangkan di daerah-daerah yang tidak ada air tapi penanamannya dilakukan pada musim hujan. Iswari pun berharap, keberadaan calon varietas ini dapat memberi dampak positif terhadap pemanfaatan lahan-lahan marjinal di Indonesia.

“Harapannya, tanah tanah marginal dapat ditanami padi gogo yang berasal dari Balitbangtan ini karena memiliki produktivitas dan potensi hasil yang lebih tinggi. Kemudian kami juga nanti akan melengkapinya dengan paket budidaya lain agar hasillnya lebih maksimal”, pungkas Iswari.

Pengembangan calon varietas padi gogo ini mendapat respon positif dari petani Desa Karangwangi, Ahmad Sopian. Menurutnya, pertumbuhan padi yang dikelola selama proses produksi benih penjenis ini cukup baik dan memberi kepuasan bagi petani, baik dari segi produktivitas hingga ketahanannya terhadap penyakit.

“Padi ini sama sekali tidak saya semprot karena memang enggak ada penyakit yang menyerang dan perkembangannya cukup bagus”, ungkap Sopian.

Karena kelebihan yang dimiliki calon varietas ini, Sopian pun berharap agar setelah dilepas nanti varietas ini bisa segera sampai kepada para petani untuk dibudidayakan. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya