Balitbangtan Kenalkan Varietas Padi Lahan Rawa Pada Petani Sumsel
Elvi R
Jakarta
“Untuk dapat meningkatkan produksi padi, diharapkan petani dapat mengikuti teknologi yang dianjurkan Badan Litbang Pertanian, salah satunya yang telah disosialisasikan oleh BPTP Balitbangtan Sumsel," lanjutnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin yang diwakili Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Muara Telang, Edi Sarwono menyampaikan Desa Telang Karya memiliki luasan 2.964 hektar, dan merupakan wilayah terluas di Kecamatan Muara Telang dengan tipe luapan A. Edi Sarwono juga mengungkapkan bahwa Muara Telang merupakan wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan.
Para petani peserta temu lapang dipandu oleh Peneliti BPTP, Budi Raharjo diajak mengunjungi pertanaman padi. Saat pengamatan, petani diberi penjelasan bahwa padi Varietas Inpari dirakit untuk lahan irigasi, namun berdasarkan keragaan pertanaman yang telah berumur 2 bulan saat ini, kelima VUB tersebut adaptif di lahan rawa pasang surut, meskipun mengalami kekeringan pada umur 0-1,5 bulan.
Niluh Putu Sri Ratmini yang merupakan penanggungjawab kegiatan temu lapang menambahkan bahwa VUB memerlukan dukungan penerapan teknologi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas. Selain teknologi varietas dan pengelolaan tata air, pemberian bahan ameliorant untuk peningkatan pH dan memperbaiki kondisi tanah, merupakan kunci keberhasilan peningkatan produktivitas lahan pasang surut.
Penerapan pupuk berimbang akan berpengaruh signifikan jika kendala pH rendah telah diatasi. Pemupukan berimbang dilakukan dengan memberikan pupuk sesuai dengan kesuburan lahan/ketersediaan hara dalam tanah dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan dalam penerapan pupuk berimbang tersebut antara lain Perangkat Uji Tanah melalui penggunaan alat PUTR (Perangkat Uji Tanah Lahan Rawa).
Selain pemupukan berimbang, penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sesuai dan tepat juga diperlukan. Alsin yang dipergunakan pada kegiatan temu lapang ini adalah Atabela Amator (alat tanam benih langsung ditarik traktor). Amator telah teruji dapat mengefisienkan penggunaan benih dibandingkan tanam cara tabur (kondisi petani saat ini).
Selain itu dengan sistem tanam benih langsung menggunakan Amator menjadikan sistem pertanaman legowo 4:1, 3:1 atau 2:1 dapat diatur.
“BPTP Balitbangtan Sumsel memberi peluang kepada calon pengguna dari berbagai Gapoktan/Poktan untuk merakit dan memodifikasi Amator”, ujar Niluh Putu Sri Ratmini.
Gunari, Ketua Kelompok Tani Timbul Lestari selaku petani kooperator mengungkapkan kegembiraannya melihat padi yang diujicobakan di lahan mereka tumbuh dengan baik. "Kedepan, kami mengharapkan adanya alat Amator di Telang Karya agar luasan tanam dengan sistem jajar legowo menggunakan Amator dapat bertambah", pungkas Gunari.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
