Ambisius Targetkan 7 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Hanya Mampu di Angka 5

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

5 Juli 2019 13:00 WIB
Bisnis | Rilis ID
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
Rilis ID
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

RILISID, Jakarta — Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menyatakan, target pertumbuhan ekonomi selama lima tahun pemerintahan Joko Widodo hanya mampu menyentuh angka lima persen. Apabila ukurannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), capaian itu jauh dari target.

"Semenjak awal RPJMN 2014-2019 dipasang dengan harga yang cukup ambisius, dimana pertumbuhan ekonomi ditargetkan rata-rata 7 persen, namun hasilnya sekarang ini hanya mencapai dikisaran 5 persen," ujar Eko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Diawal pemerintahan Presiden Jokowi, sambungnya, pertumbuhan ekonominya di bawah 5 persen yakni 4,8 persen. Kemudian dilakukan berbagai macam upaya kebijakan dan terobosan, yang akhirnya pertumbuhan ekonomi mampu meningkat diatas 5 persen.

“Ketika diawal pemerintahan masih ada pilihan terhadap orang-orang yang duduk dikabinet itu yang masih belum tepat, perkembangan ekonominya masih turun, dan ketika dilakukan penggantian kemudian pertumbuhan ekonominya menjadi naik. Artinya, ada kinerja disana,” katanya.

Sedang aspek lain yang harus dilihat, menurut Eko, adalah terkait tantangan kedepan. Dimana sebelumnya ada beberapa target yang sangat optimis bisa tercapai ternyata belum bisa mencapai hasil sesuai yang diharapkan. 

Maka pada periode kedua pemerintahan Jokowi, kata Eko, harus ada upaya lebih keras untuk meningkatkan performa pemerintah di lima tahun kedepan.

“Secara umum, dibidang ekonomi melihat kinerja perekonomian dari sisi pertumbuhan. Karena pertumbuhan tersebut merepresentasikan segala aktifitas yang ada dimasyarakat. Ultimate goal-nya adalah bagaimana ekonomi dapat tumbuh dengan baik dan merata,” ungkapnya.

Eko berharap, di pemerintahan kedua nanti, Jokowi dapat menempatkan orang-orang kompeten yang masuk dalam tim ekonomi. Jokowi, harus merombak serius 'pembantunya' khusus memperbaiki perekonomian.

“Harapan saya, kedepan tim ekonomi itu harus dikocok ulang, karena memang dibutuhkan orang yang benar-benar bisa mengimplementasikan harapan didalam rencana tersebut,” pungkasnya. 

Diketahui, pencapaian pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 sebesar 5,2 persen. Capaian ini kurang dari target Presiden Joko Widodo yang menyatakan 7 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya