2021, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Covid-19 sebesar Rp8,82 Triliun
Pandu Satria
Bandarlampung
Hal ini menggambarkan bahwa begitu banyaknya pihak yang menerima manfaat dari kepemilikan produk unit-link di industri asuransi jiwa. Selain itu, besarnya pembayaran manfaat tersebut juga menunjukkan industri asuransi jiwa merupakan industri yang likuid, sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu ragu untuk membeli produk asuransi.
Sementara, financial planner bersertifikasi, Deddy, menerangkan peran literasi oleh para agen sangat penting. Dalam hal ini agen sebagai financial advisor harus bisa meyakinkan nasabah atau calon nasabah untuk tidak pernah menyesali kendati terus membayar premi.
Meskipun musibah tidak terjadi. Sebab sejatinya tujuan berasuransi adalah bagian dari manajemen risiko atau sedia payung sebelum hujan. Hal ini yang harus disosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat.
"Edukasi adalah bagian terpenting bagi masyarakat dan tugas kami sebagai wadah para agen asuransi di seluruh Indonesia membuat masyarakat lebih memahami bahwa asuransi bukan hanya sekedar tabungan belaka." ungkap Deddy.
Sebagai pentingnya proteksi Ridwan MH praktisi asuransi mengatakan, masih banyak masyarakat kita yang belum memikirkan tentang perlunya proteksi.
"Hal ini dikarenakan mereka mengira bahwa orang lain bisa terkena penyakit kronis, kecelakaan, kebakaran, tetapi dirinya tidak, dengan alasan masih muda, sehat, rajin berolah raga, hati-hati," bebernya. (*)
Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
