120 Ribu Ton Beras Impor Berlabuh di Jawa Timur
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya
— 120 ribu ton beras impor diperkirakan transit Di Jawa Timur pada pertengahan Februari mendatang. Beras dari luar negeri itu akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sedianya beras impor ini akan didistribusikan ke Indonesia Timur.
“Jumlahnya keseluruhan beras yang transit di Jatim itu saya tidak hafal betul. Kira-kira kalau tidak salah 120 ribu ton atau berapa gitu, saya belum dapatkan data valid,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan M Ardi Prasetiawan ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Senin (12/2/2018).
Ardi menyebutkan, pihaknya siap melakukan kontrol agar beras ini tidak bocor ke Jatim. Bersama Bulog sebagai badan yang mendapat wewenang melakukan impor beras awal tahun ini, pemprov berjanji bakal melakukan monitoring saat tiba nanti.
Ardi juga memastikan, beras itu tidak akan bocor ke Jawa Timur, karena Gubernur Soekarwo menolak impor.
"Kalau impor beras kami tidak bisa menanggapi itu. Kita harus membantu nasional. Tapi Pak Gubernur (Soekarwo) menyatakan menolak, memang betul Jatim menolak dalam arti impor beras itu masuk,” ujar Ardi.
Ardi menegaskan, satgas pangan milik kepolisian turut juga memantau datangnya impor beras ini. “Kita akan laporkan juga,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Perum Bulog akan mengimpor beras sebanyak 281.000 ton. Saat ini kapal pengangkut beras baru berangkat sebanyak dua yang berasal dari Vietnam. Kapal tersebut diperhitungkan mengangkut lebih dari 10 ribu ton. Dijadwalkan masuk ke Indonesia pada 11 Februari 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
