Pemkot Bandar Lampung Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2024 Rp2,91 Triliun
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung memproyeksikan belanja daerah pada tahun 2024 ini mencapai Rp2,91 triliun. Belanja daerah ini terbagi belanja modal, belanja operasi dan belanja tidak terduga.
“Dari rencana pendapatan yang telah kami sampaikan, dalam rangka pelaksanaan program dan sub. Kegiatan Pemkot Bandar Lampung sampai dengan akhir tahun anggaran 2024, direncanakan untuk membiayai belanja daerah sebesar Rp2 triliun 910 miliar lebih,” kata Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam Rapat Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Perubahan Kebijakan Umum APBD, Senin (15/7/2024).
Secara umum rencana belanja dimaksud telah mengakomodir untuk beberapa bidang.
Pertama penambahan belanja untuk pembayaran kewajiban terhadap pihak ketiga sampai dengan tahun anggaran 2023 pada beberapa OPD.
Kedua penataan kembali sub kegiatan yang mengalami perubahan maupun pergeseran pada beberapa OPD.
Ketiga penambahan anggaran pada sub. kegiatan opd dalam rangka optimalisasi pelaksanaan sub. Kegiatan.
“Berdasarkan hal-hal tersebut maka komposisi belanja pada perubahan APBD Bandar Lampung tahun anggaran 2024 untuk belanja operasi naik sebesar 4,15 persen, belanja modal naik sebesar 39,34 persen dan belanja tidak terduga turun 12,27 persen,” jelas Eva Dwiana.
Selanjutnya, dari sisi pembiayaan daerah, pada penerimaan pembiayaan adanya penyesuaian terhadap silpa tahun anggaran 2023. Sebagaimana hasil audit BPK RI, serta adanya penerimaan pinjaman daerah dari lembaga keuangan Bank BUMD.
Sedangkan pada pengeluaran pembiayaan, adanya penyertaan modal daerah serta pembayaran pokok utang kepada lembaga keuangan bank-bumd serta pemerintah pusat dalam hal ini PT. SMI.
Eva Dwiana berharap pembahasan APBD Perubahan ini dapat berjalan lancar, sehingga penetapan perubahan APBD tahun 2024 dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai ketentuan. (*)
Eva Dwiana
APBD Perubahan
Pemkot Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
