Wakil Rektor Universitas Teknokrat Sampaikan Rekomendasi Aptisi Wilayah II Lampung, Berikut Hasilnya
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) sekaligus Wakil Ketua Pengurus Harian Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II Lampung Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. menyampaikan rekomendasi Aptisi.
Hal itu disampaikannya dalam rapat pengurus pusat dan pleno (RPPP) IV Aptisi di Hotel Nagoya Hill Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada 14-16 Februari 2025.
Mahathir menyampaikan tujuh rekomendasi Aptisi kepada pemerintah. Pertama, mengembalikan proses akreditasi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Kedua, meminta agar Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada perguruan tinggi swasta ditambah kuotanya. Mahathir berpendapat, KIP Kuliah sangat bagus dalam membantu mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.’
"KIP Kuliah untuk porsi perguruan tinggi swasta mesti ditambah agar ukurannya proporsional dengan perguruan tinggi negeri. Keberpihakan kepada kampus swasta juga menunjukkan iktikad pemerintah dalam memberikan keberpihakan kepada perguruan tinggi swasta," ungkapnya.
Ketiga, usulan agar sertifikasi kepada dosen yang sedang tugas belajar tidak diputus. Ini mengingat kebutuhan dalam keseharian dan menyelesaikan studinya sejauh ini masih jauh dari kebutuhan.
"Aptisi Wilayah II Lampung mengusulkan agar jangan ada pemutusan sertifikasi kepada mereka yang sedang menempuh pendidikan lanjut," katanya.
Keempat, untuk proses pengurusan guru besar atau profesor di perguruan tinggi swasta hendaknya dipermudah dalam hal persyaratan dan mesti mendapat prioritas. Hal ini akan memacu dosen untuk bersemangat dalam meraih gelar profesor atau guru besar.
Kelima, untuk syarat memperoleh hibah peneltian dan pelatihan untuk perguruan tinggi swasta hendaknya diberikan cluster tersendiri, dan disesuaikan dengan sumber daya manusianya.
Keenam, Aptisi Wilayah II Lampung meminta izin pembukaan kampus jauh perguruan tinggi negeri dihentikan. Sebab, ini berpengaruh terhadap jumlah penerimaan mahasiswa baru di kampus swasta.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat
Rekomendasi Aptisi
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia
Mahathir Muhammad
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
