Universitas Teknokrat Indonesia Lahirkan Inovasi Tekno Plasting untuk SDGs dan Lingkungan Berkelanjutan
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
Kami berharap inovasi Tekno Plasting ini tidak hanya berhenti pada tahap akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan melalui center of excellence Universitas Teknokrat Indonesia, memiliki nilai ekonomi, berdampak pada pengelolaan lingkungan, serta mampu menjalin kolaborasi dengan industri dan pemerintah,” ujar Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Dr.Sc. Dedi Darwis, S.Kom., M.Kom., CDSP.
Bahkan dalam jangka panjang, pihaknya berencana mematenkan produk paving blok Tekno Plasting ini.
Kolaborasi dengan industri dan pemerintah pun terbuka lebar, membuka peluang bagi inovasi tersebut untuk hadir di tengah masyarakat secara nyata.
Sementara itu, Wakil Rektor UTI Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M. menyampaikan, inovasi mahasiswa seperti ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.
“Inovasi Tekno Plasting menjadi bukti mahasiswa mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mendorong riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.
Lebih jauh lagi, Tekno Plasting selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung SDGs khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kewirausahaan mahasiswa.
Sebagai kampus terbaik di Lampung dan PTS terbaik ASEAN, Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong mahasiswa menjadi young entrepreneur yang inovatif, kreatif, dan adaptif di era digital.
Bagi lulusan sekolah menengah atas yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui https://spmb.teknokrat.ac.id. (*)
Universitas Teknokrat Indonesia Lahirkan Inovasi Tekno Plasting untuk SDGs dan Lingkungan Berkelanjutan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
