Universitas Teknokrat Indonesia Lahirkan Inovasi Tekno Plasting untuk SDGs dan Lingkungan Berkelanjutan
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
“Melalui Tekno Plasting, kami ingin menunjukkan sampah masih memiliki nilai guna dan berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah,” ungkap mahasiswi berhijab itu.
Erwin Hidayat menaruh harapan jika tekno plasting ke depan bisa terus dikembangkan lebih baik lagi bahkan bisa memberikan kontribusi nyata di tengah persoalan sampah di masyarakat.
Di balik inovasi ini, terselip proses pembelajaran yang tak kalah penting dari model perkuliahan berbasis proyek yang diterapkan di kampus.
Mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung menguji, mencoba, dan menyempurnakan ide mereka di lapangan.
Dari konsep hingga produk nyata, semuanya menjadi bagian dari perjalanan belajar yang utuh.
Peran dosen dan program studi pun menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas inovasi ini.
Program Studi Teknik Sipil berperan dalam memberikan dasar keilmuan terkait material konstruksi, pengujian mutu, serta memastikan produk Teknop Plasting yang dihasilkan memenuhi standar teknis dan dapat diaplikasikan secara nyata di bidang konstruksi," papar Dr Lilik Ariyanto.
Dengan bimbingan akademik yang kuat, setiap tahap pengembangan mulai dari pemilihan material, pengolahan, hingga pengujian mutu di laboratorium untuk mengecek kekuatan paving blok menggunakan alat uji kuat tekan dilakukan secara sistematis.
Hal ini memastikan Tekno Plasting tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga layak digunakan secara teknis di dunia konstruksi.
Lebih dari sekadar proyek mahasiswa, Tekno Plasting menyimpan harapan besar. Pihak fakultas melihat potensi inovasi ini untuk melangkah lebih jauh, tidak berhenti di ranah akademik, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.
Universitas Teknokrat Indonesia Lahirkan Inovasi Tekno Plasting untuk SDGs dan Lingkungan Berkelanjutan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
