Tim Literasi Provinsi Lampung Periode 2025–2030 Resmi Dilantik
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Di tengah derasnya arus informasi dari gawai, kita harus tetap menjadikan buku dan sumber informasi terverifikasi sebagai rujukan utama,” pesannya.
Kondisi di Lampung dan Peluangnya
Wagub juga mengakui bahwa Lampung masih menghadapi persoalan buta aksara dengan angka 2,64%, yang berarti belum mencapai nol persen.
Meski demikian, Lampung memiliki potensi besar karena lebih dari 64% penduduknya berada di usia produktif menurut data BPS 2024.
“Ini adalah privilege sekaligus tantangan. Kita harus menstimulasi semangat mencari informasi di kalangan usia produktif ini,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi profesi, organisasi kewanitaan, media, hingga pihak swasta untuk berkolaborasi memperkaya koleksi buku di perpustakaan daerah.
“Koleksi buku kita masih belum memenuhi standar. Saya mohon dukungan semua pihak agar perpustakaan di Lampung semakin lengkap,” imbuhnya.
Lebih jauh, Wagub menekankan pentingnya menjadikan literasi sebagai gerakan nyata yang mengakar di semua lini kehidupan, mulai dari rumah, sekolah, kampus, hingga ruang publik.
Dengan terbentuknya Tim Literasi Provinsi Lampung, ia berharap lahir generasi Lampung yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan bekal literasi yang kuat.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung program-program literasi yang sejalan dengan visi Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)
Tim Literasi Lampung
perpustakaan Lampung
Wagub Jihan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
