Restorasi Linkungan di Desa Sidodadi, BEM FTIK Universitas Teknokrat Tanam 1.000 Bibit Mangrove
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.
Penanaman mangrove juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kemampuan penyerapan karbon dan mitigasi perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) melalui perlindungan ekosistem pesisir dan habitat biota laut, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pelestarian keanekaragaman hayati.
Selain memberikan manfaat ekologis, keberadaan hutan mangrove juga mendukung ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
Melalui langkah nyata ini, BEM FTIK Universitas Teknokrat Indonesia berharap dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi Indonesia sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam.
Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan lingkungan Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. (*)
BEM FTIK
Universitas Lampung
tanam mangrove
desa Sidodadi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
