Rektor UIN RIL Beri Pesan Tiga Hal pada Mahasiswa Baru Pascasarjana
Fi fita
Bandar lampung
Ia menyinggung pentingnya semangat juang (man jadda wa jada), mental yang tangguh, hingga keaktifan dalam berorganisasi dan membangun jaringan.
“Tidak ada generasi instan, semua butuh proses. Harus ada tekad juang, self marketing, dan berani mempromosikan diri,” pesannya.
Rektor juga mencontohkan salah satu dosen, Damanhuri, sekaligus mahasiswa S3 UIN RIL yang saat ini sedang mengikuti research fellowship internasional di Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC), Samarkand, Uzbekistan, selama dua bulan.
Ia turut membagikan pengalaman pribadinya saat bisa melanjutkan studi doktoral di St. Petersburg State University, Rusia, berkat keberanian menulis academic proposal dan membangun jaringan dengan lembaga-lembaga internasional.
Dalam kesempatan itu, Rektor menyinggung paradigma penting yang kini dikembangkan Kementerian Agama, yaitu ekoteologi, yang memadukan ajaran tauhid dengan tanggung jawab ekologis.
Hal ini, menurutnya, sudah lama dijalankan di UIN RIL, terbukti dengan pencapaian kampus hijau yang diraih selama delapan tahun berturut-turut melalui UI GreenMetric.
Ia menegaskan, ilmu harus kembali untuk kemaslahatan. “Setelah melanglang buana, kembalilah ke masyarakat.
"Jadilah doktor dan magister yang berintelektual bermanfaat bagi kehidupan. Merawat bumi berarti merawat manusia,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN RIL, Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini Pascasarjana menerima 230 mahasiswa baru, terdiri dari 52 mahasiswa program doktor dan 178 mahasiswa program magister.
“Alhamdulillah, jumlah ini cukup stabil. Tahun ini juga ada 17 mahasiswa di Prodi S3 Ekonomi Syariah yang baru dibuka,” ujarnya.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
