Pimpinan Komisi VIII DPR RI Dukung Pendirian Fakultas Kedokteran UIN Raden Intan Lampung
Fi fita
Bandar lampung
“Tidak boleh ada efisiensi untuk beasiswa kuliah. Tahun lalu (UIN RIL) kuotanya 750, tahun ini turun menjadi 400. Ini harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi pengurangan. Anggaran pendidikan sebesar 20% sangat penting, salah satunya melalui KIP Kuliah di perguruan tinggi negeri dan PTKIN,” tegasnya.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas dukungan Komisi VIII.
Ia menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran ini diharapkan menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di daerah sekaligus memperluas kontribusi PTKIN bagi masyarakat.
“Kami punya mimpi besar sesuai visi terwujudnya UIN Raden Intan sebagai rujukan internasional dalam pengembangan ilmu keislaman integratif, multidisipliner, dan berwawasan lingkungan tahun 2035. Kehadiran Fakultas Kedokteran akan menjadi bagian dari langkah untuk mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Prof. Wan juga menyinggung pentingnya dukungan regulasi dan kebijakan agar PTKIN dapat tumbuh lebih cepat dan adaptif.
“Kami dipacu untuk go internasional dan masuk world university ranking, namun masih ada regulasi yang membatasi akselerasi, termasuk dalam pengangkatan tenaga pendidik. Karena itu kami berharap ada harmonisasi dan evaluasi,” imbuhnya.
Kunjungan kerja tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Lampung II H. Aprozi Alam, S.E., Anggota Komisi VIII Dapil Jatim II Syaiful Nuri, serta Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jatim III Ina Ammania.
Turut hadir Senat dan unsur pimpinan UIN RIL; Wakil Rektor I dan III UIN Jurai Siwo Lampung; Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Pemerintah Provinsi Lampung Ahmad Syaifulloh, S.H.; Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung H. Erwinto; dan Sekretaris Kopertais XV Lampung. (*)
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
