Perkuat Jurnalisme Data, BPS Lampung Gelar Workshop Pengenalan Indikator Strategis dan SE2026
Kalbi Rikardo
Bandar Lampung
Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah dalam pemaparan materi, menegaskan pentingnya jurnalisme data sebagai fondasi dalam industri media modern, terutama di era derasnya informasi dan tingginya hoaks.
“Jurnalisme data membantu publik memahami isu daerah dengan lebih akurat. Media wajib mengolah data mentah menjadi informasi yang bermakna, bukan sekadar menyalin angka,” ujar Wirahadikusumah.
Pada kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa BPS memegang peran penting sebagai lembaga negara yang berkewajiban merilis data apa adanya, sesuai kaidah ilmiah dan metodologi statistik. Rilis data tidak boleh dipercepat atau diperlambat, bahkan ketika terjadi dinamika politik.
“Hitam harus disampaikan sebagai hitam. Putih tidak boleh disebut abu-abu. Data tidak beragama, tidak bersuku, tidak berpartai,” tegas Wirahadikusumah.
Ia menegaskan netralitas data merupakan syarat mutlak bagi transparansi publik, terutama memasuki tahun politik.
Dalam pemaparan materinya, ia menggarisbawahi beberapa alasan mengapa jurnalisme data menjadi semakin penting.
“Membantu publik memahami isu kemiskinan, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur dengan presisi. Mengungkap pola yang tidak terlihat dari pemberitaan biasa. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap media lokal,” jelasnya kepada peserta jurnalis dan staf BPS Lampung.
Jurnalisme data, menurutnya, bukan sekadar menyajikan angka, tetapi menggabungkan analisis, visualisasi, serta narasi yang mudah dipahami masyarakat.
Meski begitu, ia menyoroti sejumlah kelemahan BPS dalam menyampaikan data, seperti bahasa teknis yang rumit, infografis yang kurang ramah pengguna, dan minimnya konteks rilis.
Wirahadikusumah mendorong BPS meningkatkan komunikasi dengan media melalui briefing rutin dan penyederhanaan metadata.
BPS Lampung
Ketua PWI Lampung
Wirahadikusumah
jurnalisme data
workshop
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
