Kemenag RI Bangun Peradaban Harmonis Berbasis Trilogi Kerukunan Jilid II
Fi fita
Bandar lampung
Dalam program Gerakan Menanam Pohon sebagai bagian dari implementasi Trilogi Kerukunan Jilid II, UIN RIL mengajak mahasiswa baru, dosen, hingga tenaga kependidikan untuk menjaga kebersihan, menanam dan merawat pohon sebagai bentuk tanggung jawab ekologis yang berakar dari nilai-nilai keagamaan.
Selain itu, riset-riset tentang ekoteologi dan fiqh lingkungan juga dikembangkan melalui skema penelitian dosen dan mahasiswa.
UIN RIL juga berupaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas masyarakat, serta ormas keagamaan untuk menyebarluaskan nilai-nilai kerukunan tersebut ke luar kampus.
Melalui pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama dan pelestarian lingkungan, kampus ini terus berupaya menjadi agen perubahan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Memberi Dampak Positif
Berbagai program UIN RIL dalam mengimplementasikan Trilogi Kerukunan Jilid II Kemenag diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.
Pertama, melalui integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum akan membentuk karakter civitas akademika yang toleran, inklusif, dan mampu hidup berdampingan secara damai dengan siapa pun.
Mahasiswa tidak hanya memahami keberagaman sebagai fakta sosial, tetapi juga sebagai rahmat yang harus dirawat dan dijaga.
Kampus ini juga bisa menjadi contoh konkret dari praktik harmoni sosial. Budaya akademik yang rukun, terbuka, dan bebas dari kekerasan simbolik tumbuh melalui berbagai forum lintas keilmuan dan kolaborasi dengan ormas keagamaan.
Dalam bidang ekologi, UIN RIL menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan melalui gerakan Green Campus, penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan penghematan energi.
Uin
universitas islam negeri lampung
mahasiswa uin
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
