Mahasiswa Teknik Sipil UTI Lakukan Kunjungan Proyek New WTP Krenceng Tahap 2
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik lapangan guna meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan proyek pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, di proyek pembangunan New Water Treatment Plant (WTP) Krenceng Tahap 2, Kota Cilegon, Provinsi Banten.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil yang tengah menempuh mata kuliah K3 serta didampingi oleh dosen pengampu. Kunjungan proyek ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati penerapan standar K3 pada proyek konstruksi berskala besar dengan tingkat risiko kerja yang tinggi.
Dosen Prodi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Sefrinta Sasma Murdiagatma, M.T., mengatakan bahwa kunjungan proyek merupakan metode pembelajaran penting untuk menjembatani teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan.
“Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sistem K3 diterapkan secara nyata di proyek konstruksi, sehingga pemahaman mereka tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif,” ujarnya.
Pada awal kegiatan, mahasiswa dan dosen pendamping disambut oleh perwakilan manajemen proyek yang memberikan pemaparan mengenai profil proyek, ruang lingkup pekerjaan, serta tahapan pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2. Selain itu, dijelaskan pula peran strategis proyek tersebut dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Cilegon dan sekitarnya.
Pihak pengelola proyek juga menyampaikan penjelasan khusus terkait penerapan K3, mulai dari perencanaan keselamatan kerja, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, hingga langkah-langkah pengendalian untuk mencegah kecelakaan kerja. Mahasiswa turut diperkenalkan dengan berbagai alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan di area proyek, seperti helm keselamatan, rompi reflektif, dan sepatu safety.
Usai pemaparan, mahasiswa diajak melakukan observasi langsung ke area proyek dengan tetap mematuhi prosedur keselamatan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat mengamati aktivitas konstruksi, penataan area kerja, rambu-rambu keselamatan, jalur evakuasi, serta sistem pengawasan K3 yang diterapkan di lapangan.
Melalui observasi tersebut, mahasiswa belajar mengidentifikasi potensi risiko kerja, seperti risiko jatuh dari ketinggian, tertimpa material, maupun paparan lingkungan kerja berbahaya. Dengan pendampingan dosen dan arahan dari pihak proyek, mahasiswa diajak mengaitkan kondisi lapangan dengan konsep K3 yang telah dipelajari sebelumnya.
Sefrinta menambahkan, kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam membentuk sikap dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. “Kesadaran K3 harus menjadi bagian dari budaya kerja sejak dini, karena keselamatan merupakan faktor utama keberhasilan proyek konstruksi,” tegasnya.
Bagi Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan kunjungan proyek ini merupakan wujud komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, mahasiswa diharapkan menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap penerapan K3 di dunia kerja.
Uti
universitas teknokrat Indonesia
kunjungan lapangan
wtp krenceng cilegon
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
