Mahasiswa Itera Latih Warga Punggur Mengubah Kotoran Ternak Jadi Pupuk Organik
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Limbah kotoran ternak sering dianggap masalah, namun di tangan kreatif bisa menjadi berkah.
Hal inilah yang coba ditunjukkan mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) saat melatih warga Desa Mojopahit, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Itera yang melibatkan dosen lintas prodi.
Tim dipimpin oleh Muhammad Miftahul dari Teknik Industri, dengan anggota Septian Faris Al Amin, Ni Wayan Arya Utari, Ulfah Izdihar, serta Nurbaiti.
Melalui program ini, kelompok tani Harapan Maju dan para peternak kambing setempat diajak melihat peluang besar dari limbah yang kerap dianggap tak berguna.
“Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus bisa merusak lahan. Karena itu, pupuk organik dari kotoran kambing dapat menjadi solusi sekaligus peluang usaha,” ujar Septian Faris Al Amin dalam pemaparannya.
Tak hanya mendengarkan teori, warga juga langsung praktik membuat pupuk organik. Dengan cara sederhana, kotoran kambing bisa diolah menjadi pupuk kaya unsur hara yang ramah lingkungan.
Hasilnya tak hanya bermanfaat bagi kesuburan tanah, tetapi juga mampu menekan ketergantungan pada pupuk kimia.
Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan masyarakat untuk mandiri dalam mengelola potensi desa. Bukan hanya memanfaatkan komoditas utama, tetapi juga mengolah hasil samping yang ada, hingga bernilai tambah.
“Ini bisa menjadi motivasi agar peternak tidak lagi menganggap limbah sebagai beban. Justru dari limbah itu bisa lahir produk inovatif dan membawa manfaat ekonomi,” kata Septian menambahkan.
pengabdian masyarakat
pupuk organik
pembuatan pupuk
kotoran ternak
Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
