Kunjungan ke UIN RIL, Komisi VIII DPR RI Bahas Penguatan PTKIN
Fi fita
Bandar lampung
“Dari sekitar 4 ribu mahasiswa baru, banyak yang membutuhkan KIP. Tahun lalu kuotanya 750, tahun ini hanya 400. Ini sangat berdampak bagi anak-anak kita,” kata rektor.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Pikri menyampaikan, kunjungan spesifik tersebut memiliki bobot setara dengan rapat DPR, hanya saja dipindahkan ke lokasi untuk fokus mendengar langsung persoalan di lapangan.
Abidin juga menyoroti kebutuhan dokter di Lampung yang masih jauh dari cukup. Ia menilai rencana pendirian Fakultas Kedokteran di UIN RIL sangat penting untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Sebagai provinsi penopang Sumatera dan Jawa, Lampung harus memiliki sumber daya manusia unggul. Di layanan dasar kesehatan saja dibutuhkan tujuh dokter di setiap puskesmas, dan jumlahnya masih sangat kurang. Pendirian Fakultas Kedokteran ini patut kita dukung,” ujarnya.
Abidin mengaku memahami kondisi kebutuhan tenaga kesehatan karena pernah bertugas di Komisi IX DPR RI.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung yang telah menghibahkan lahan seluas 50 hektare untuk pembangunan fakultas tersebut.
DPR RI, lanjutnya, akan mendorong pembiayaan melalui SBSN atau APBN 2026 dan melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Agama.
Ia berharap tahun depan sudah dapat dilakukan penerimaan mahasiswa baru dengan memanfaatkan gedung yang ada, sambil menunggu izin dari Kemendiktisaintek.
Ia juga menyoroti adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada pendidikan dan meminta pihak kampus aktif menyampaikan kebutuhan agar DPR dapat memperjuangkannya.
“Kalau ada efisiensi tapi tidak ada permintaan, ya tidak bisa kita perjuangkan,” tegasnya.
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
