Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari Isi Seminar Keprofesian FTIK Itera
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menjadi pemateri dalam Seminar Keprofesian Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera), dalam rangka memperingati World Handwashing Day 2025.
Seminar bertema “Air Bersih dan Infrastruktur Sumber Daya Air sebagai Fondasi Perilaku Hidup Sehat di Era Global Handwashing Day” ini berlangsung di Aula GKU 2 Itera, Senin (20/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, serta perwakilan dekanat FTIK Itera. Acara dipandu oleh Isoralla, Dosen Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu Itera, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Elroy Koyari menjelaskan tugas dan fungsi BBWS Mesuji Sekampung yang berfokus pada pengelolaan sumber daya air di wilayah Provinsi Lampung.
“Karena ini berkaitan dengan sumber daya air, maka tugas kami tidak terbagi berdasarkan kabupaten atau kota. Di mana ada yang berhubungan dengan air, di situlah kami bekerja,” ujar Elroy di hadapan peserta seminar.
Elroy juga memaparkan lima pilar utama pengelolaan sumber daya air, yaitu konservasi SDA, pendayagunaan SDA, pengendalian daya rusak air, sistem informasi SDA, serta peran serta masyarakat dan swasta.
Ia menambahkan, saat ini BBWS Mesuji Sekampung tengah fokus mendukung program pemerintah dalam ketahanan dan swasembada pangan melalui penyediaan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.
“Berbagai program telah kami jalankan, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan jaringan irigasi, hingga penyediaan pompa air untuk wilayah pertanian yang jauh dari sungai,” jelasnya.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pembangunan jaringan air baku dengan pipa bawah laut untuk Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat. Air dialirkan sejauh ribuan meter untuk memenuhi kebutuhan warga pulau.
Elroy Koyari
BBWS Mesuji
Kementerian PU
Dirjen SDA
Kampus Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
