Japan Association for Construction Tinjau Langsung Pelaksanaan Kelas Migran di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Okamoto juga menyampaikan bahwa setelah bekerja di Jepang, para pekerja diharapkan kembali dan membawa pulang ilmu serta pengalaman untuk pembangunan di daerah asal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memastikan bahwa program vokasi migran kini berjalan di seluruh kabupaten/kota, dengan antusiasme yang meningkat pesat.
“Per hari ini guru pengajar ada 27 orang dari 88 guru yang kami siapkan. Karena itu siswa yang belajar baru hampir 3.000 orang. Tapi dengan anggaran yang sudah turun, minggu depan semuanya sudah running,” jelasnya.
Thomas menyebut target awal peserta mencapai 8.400 siswa, dan angka tersebut diperkirakan terus bertambah mengingat banyak sekolah swasta yang kini ingin ikut menjalankan program pembelajaran bahasa Jepang.
“Kami dorong agar sekolah swasta bisa melakukan hal serupa. Program ini baik untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi pengangguran di Lampung,” ujarnya.
Menurut Thomas, sebagian besar siswa yang mengikuti program ini berasal dari keluarga berpenghasilan rendah sehingga memerlukan dukungan pemerintah.
“Mereka butuh bantuan agar bisa meningkatkan SDM dan taraf hidup keluarga. Ketika mereka bisa bekerja di Jepang dengan gaji memadai, akan ada cashflow di daerah dan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Setelah belajar bahasa Jepang selama satu tahun, siswa akan mengikuti tahap pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), termasuk proses pembuatan paspor hingga persiapan mental dan budaya.
“Tahun depan akan ada pemantapan dulu sebelum pemberangkatan. Kami bekerja sama dengan lembaga penempatan luar negeri,” kata Thomas.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mempersiapkan kerja sama strategis untuk mendukung kualitas pendidikan vokasi migran. “Sesuai arahan Gubernur, kami akan melakukan MoU dengan Universitas Indonesia untuk evaluasi tenaga pendidik dan monitoring pembelajaran. Unila juga siap memberikan dukungan,” ujarnya. (*)
Pendidikan
sekolah migran
jepang
vokasi
Kadisdikbud Lampung
Thomas Amirico
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
