Hasil TKA Siswa di Empat Daerah Memprihatinkan, Kadisdikbud Lampung: Jadi Dasar Kita Beri Treatment Khusus
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Salah satu kebijakan yang dipersiapkan adalah pembentukan kelas khusus dan kelas prioritas bagi siswa kelas XII maupun kelas X yang disesuaikan dengan bakat dan minat.
Bahkan, Thomas menegaskan dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengundang seluruh lembaga bimbingan belajar (bimbel) di Lampung untuk duduk bersama.
"Kami ingin mendiskusikan treatment terbaik agar siswa mendapat materi terbaru seperti di bimbel. Selama ini, banyak yang berhasil tembus universitas justru karena materi bimbel, bukan murni dari sekolah," lanjutnya.
Selain itu, Disdikbud Lampung juga bakal melakukan tes bagi guru. Ini guna menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru.
Bahkan Disdikbud Lampung juga tengah mempersiapkan pelatihan untuk guru mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Bimbingan Konseling (BK). Disdikbud juga menyiapkan laboratorium khusus untuk menguji standar kompetensi guru di 17 mata pelajaran.
“Kalau muridnya oke tapi gurunya tidak, tetap akan jadi masalah. Karena itu kami akan audit kinerja guru secara menyeluruh. Instrumen, lokasi tes, sampai peralatan sudah kami siapkan. Intinya, kita ingin transformasi pembelajaran di sekolah tidak lagi konvensional, tapi adaptif dengan materi ujian,” ungkapnya.
Thomas menambahkan, langkah ini sejalan dengan target kinerja utama (KPI) yang dicanangkan Gubernur Lampung dalam peningkatan kualitas pendidikan. Ia berharap, berbagai treatment yang dilakukan mampu membawa perubahan signifikan pada tahun mendatang.
“Mudah-mudahan dengan doa dan kerja sama semua pihak, transformasi pembelajaran dan peningkatan kualitas guru bisa benar-benar terwujud. Yang jelas, ada yang harus kita perbaiki bersama-sama, baik dari sisi siswa maupun guru,” pungkasnya. (*)
Disdikbud Lampung
tes kompetensi akademik
siswa
sma Lampung
Kadisdikbud Lampung
Thomas Amirico
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
