Fitria Khasanah, Developer Game Termuda Asal Lampung Tanggapi Pernyataan Gubernur Jabar
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Kalau dilakukan dengan pendekatan yang sehat, ini bisa menumbuhkan kontrol diri serta nasionalisme,” tambahnya.
Namun, Fitria menganjurkan agar pembekalan bela negara tidak hanya diberikan kepada anak-anak yang dianggap nakal.
Ia menyarankan agar semua siswa mendapatkan materi kebangsaan dari aparat TNI dan Polri secara rutin di sekolah.
“Misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali dalam upacara bendera, anggota TNI dan Polri masuk sekolah untuk memberikan pembekalan tentang bela negara dan kamtibmas,” katanya.
Perlu Monitoring dan Support Orangtua
Diminta tanggapannya, Ken Setiawan yang merupakan ayah dari Fitria sekaligus pengurus FKPT Lampung menyebut masalah kecanduan game pada anak butuh monitoring dan support dari orangtua.
Menurutnya, anak yang memang punya hobby game tidak bisa langsung dicap sebagai ‘anak nakal’ karena bisa jadi game itu justru jadi jalan sukses bagi si anak.
“Jadi kembali lagi pentingnya kontrol dari orangtua. Misalnya ada yang bilang kalau sudah main game lupa waktu, dipanggil nggak dengar. Padahal main game itu memang kompetisi, seperti Valorant atau Mobile Legend, kalau sudah main tidak bisa bisa mundur,” kaka Ken Setiawan.
Jika anak punya bakat dalam hal game, menurutnya justru perlu support dari orangtua. Bahkan saat ia menemukan bakat dari Fitria, Ken Setiawan langsung inisatif untuk membawa Fitria kursus.
“Saat ini game esport sudah masuk di PON bahkan ada Timnasnya. Artinya Ketika dia bagus bisa jadi professional dan ke depan akan jadi prestasi,” bebernya.
Fitria Khasanah
developer game
Lampung
Ken Setiawan
Dedi Mulyadi
game anak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
