Ferry Irwandi Soroti Bonus Demografi dan Era Digital di FEBI Fest UIN RIL
Fi fita
Bandar lampung
Karena itu, ia menekankan perlunya ekosistem ekonomi yang terdidik, di mana mahasiswa tidak hanya berfokus pada teori tetapi juga mampu menghasilkan solusi konkret.
Negara, tambahnya, juga harus hadir menyediakan lapangan pekerjaan agar generasi produktif terserap dengan baik.
Sejalan dengan tema, Ferry juga menyinggung perkembangan teknologi digital, AI, dan pola komunikasi internet. Ia menyebut bahwa ruang baru ini menjadi tantangan besar, dan mahasiswa generasi Z adalah penghuni pertama dunia tersebut.
“Ini dunia baru. Generasi kalian yang akan hidup di dalamnya, berkompetisi bahkan dengan generasi berikutnya. Maka diperlukan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata,” katanya.
Selain itu, Ferry juga menekankan pentingnya sikap berani dalam menghadapi risiko, namun bukan sekadar nekat.
“Keberanian itu lahir dari rasionalitas. Bedakan antara berani, nekat, dan bodoh. Berani itu hadir dari hitungan, dari angka, dari realitas yang rasional,” jelasnya.
Paparan Ferry menjadi salah satu bagian dari rangkaian FEBI Fest 2025 yang digelar dalam rangka memperingati satu dekade FEBI UIN RIL.
Acara ini berlangsung dari 22 September hingga 9 Oktober 2025, dengan berbagai kegiatan seperti bazar UMKM, lomba nasional (poster, debat ekonomi, business plan, karya tulis ilmiah), futsal, dan pemilihan Duta FEBI. (*)
Uin ril
universitas Islam Negeri lampung
mahasiswa uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
