Dosen Universitas Teknokrat Raih Hibah Pengembangan Modul Digital dari Kemdiktisaintek
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Empat dosen Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) meraih hibah pengembangan modul digital dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Keempat dosen penerima hibah tersebut adalah Dr. Sc. Dedi Darwis, M.Kom.; Dr. E. Ngestirosa Endang Woro Kasih, M.A.; Suprayogi, M.Hum.; dan Debby Alita, M.Cs.
Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf, MBA. mengucap syukur atas raihan keempat dosen Teknokrat tersebut.
"Alhamdulilah, UTI menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah II yang mendapatkan hibah pengembangan modul digital dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek tahun anggaran 2025," kata Nasrullah dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).
Menurutnya, keempat dosen UTI telah memiliki portofolio dalam pengembangan video pembelajaran Universitas Teknokrat Indonesia yang diunggah melalui platform youtube Kuliah Teknokrat.
"Selain itu, mereka juga aktif mendukung pembelajaran sinkronus dan asinkronus di laman spada.teknokrat.ac.id," ujarnya.
Sebagai informasi, program bantuan pengembangan modul digital merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
Dengan pengembangan konten pembelajaran yang terbuka dan dapat diakses secara luas, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran digital yang mendorong budaya belajar mandiri dan kolaboratif di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam konteks tersebut, pengembangan konten digital berbasis Massive Open Online Courses (MOOCs) menjadi strategi penting untuk memperluas akses pengembangan diri sekaligus memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di pendidikan tinggi.
Secara keseluruhan, tujuan utama program ini adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dosen Universitas Teknokrat
Hibah Pengembangan Modul Digital
Kemdiktisaintek
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
