Dosen UIN RIL Syafwendi Syafril Raih Juara 2 Best Paper di 2nd Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025
Fi fita
Brunei darusalam
RILISID, Brunei darusalam — Dosen Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Syafwendi Syafril, berhasil meraih Juara 2 (1st Runner Up) dalam kompetisi karya ilmiah tingkat profesional pada 2nd Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025.
Ajang internasional ini diselenggarakan oleh Bank Sentral Brunei Darussalam dan berlangsung pada 2-3 Desember 2025.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Brunei Darussalam Islamic Finance Call-For-Papers (CFP) 2024, yang mengusung tema Navigating Digital Frontiers in Islamic Finance.
Program CFP tersebut diselenggarakan oleh Brunei Darussalam Central Bank (BDCB) bersama Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) untuk mendorong diskusi mendalam mengenai isu-isu baru di bidang keuangan syariah, memperkuat riset, serta meningkatkan publikasi ilmiah yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Brunei Darussalam.
Adapun subtema terdiri dari Economic Growth, Financial Inclusion, Innovations in FinTech, Islamic Social Finance, Sustainable Finance atau ESG-related, dan Syariah Governance.
Syafwendi mengikuti kompetisi pada subtema Innovations in FinTech, dan dari total 12 peserta, panitia memilih tiga paper terbaik untuk dipresentasikan di forum utama symposium.
Ia membawakan paper berjudul “Issues in Sharia Review Process for New Product Development in Islamic Fintech: How Modern Agile Principle Can Improve it?”, yang ditulis bersama Muhammad Ikshandana Siregar dari Inceif University, Malaysia.
Syafwendi menjelaskan bahwa penelitian ini mengonsep proses review syariah dalam pengembangan produk dan layanan yang ditawarkan penyelenggara fintech syariah dengan menggunakan pendekatan agile.
Menurutnya, metode agile memungkinkan proses penilaian kepatuhan syariah dilakukan lebih cepat dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Ia menambahkan bahwa konsep tersebut juga dapat diterapkan untuk merumuskan Shariah Sandbox, sehingga pelaku industri fintech syariah dapat menghasilkan produk yang tidak hanya patuh syariah, tetapi juga memenuhi regulasi dan siap diluncurkan secara efektif untuk menjawab kebutuhan pasar.
Dosen
Syafwendi Syafril
penghargaan
UIN RIL
universitas Islam Neger
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
