Bisa Deteksi Rintangan, Universitas Teknokrat Kembangkan Tongkat Pintar untuk Tunanetra
Gueade
Bandar Lampung
Pada Agustus 2025 dilakukan pembuatan tongkat pintar berbasis IoT. Lalu, September 2025 uji coba tongkat pintar serta peluncuran resmi website database Pertuni.
Program akan berlanjut hingga akhir 2025 untuk evaluasi dan pengembangan fitur lanjutan.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Sekretariat Pertapi di Jl Blora Gg Sentosa I, Segalamider, Bandar Lampung.
Uji lapangan dilakukan di ruas jalur dengan marka kuning sebagai alternatif guilding blocks, di sekitar sekretariat Pertuni.
Sosialisasi dan pelatihan penggunaan website database digelar di sekretariat Pertapi dihadiri perwakilan pengurus serta sekretaris kelompok Pertapi.
Penyandang tunanetra menghadapi dua tantangan utama: keselamatan dalam mobilitas dan minimnya data terpusat.
“Teknologi ini membantu kami bergerak tanpa rasa takut, karena tongkat bisa memberi peringatan dini jika ada rintangan. Selain itu, adanya database memudahkan pemerintah maupun organisasi dalam menyalurkan program bantuan dengan tepat sasaran,” ungkap salah satu peserta pelatihan, Rina, anggota Pertapi.
Menurut Bappenas, kerugian ekonomi akibat keterbatasan aksesibilitas disabilitas di Indonesia dapat mencapai Rp100 triliun per tahun. Sehingga inovasi seperti ini memiliki dampak strategis.
Tongkat pintar menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi rintangan, juga dilengkapi dengan sensor warna kuning sebagai alternatif pengganti guilding block.
Sementara GPS memberi panduan arah melalui getaran. Data perjalanan dapat dipantau keluarga atau pendamping melalui aplikasi web.
Tunanetra
Pertapi
UTI
Universitas Teknokrat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
