Wow! 1000 Wisatawan Cina Rayakan Imlek di Bali
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pariwisata Bali terus menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara, salah satunya Cina. Pada perayaan Imlek 2018 ini, tempat-tempat wisata di Pulau Dewata itu dibanjiri 1.000 wisman asal Cina.
Serbuan wisman Cina ini tidak berakhir sampai di situ. Pasalnya, masih ada 15.000 turis Tiongkok lainnya yang bakal berlibur ke Bali dalam rangka Imlek 2018.
"Ini menandakan Bali adalah tempat istimewa untuk merayakan Imlek. Arti penting lainnya, Travel Warning pemerintah Cina jadi tidak berlaku lagi," kata Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana melalui siaran persnya pada Jumat (16/2).
Beragam sambutan hangat untuk wisman Cina itu langsung disajikan mulai dari atraksi budaya, suguhan gala dinner hingga live music, semuanya ditampilkan di Ballroom Hotel Harris Sunset Road.
“Bali luar biasa. Suasana perayaan Imlek di Bali ternyata sangat mirip dengan Cina. Yang merayakan Imlek, saya ucapkan Selamat Tahun Baru,” timpal Chen Wei, Konjen Cina di Bali.
Diketahui, sepanjang 2017, total kunjungan wisman Cina mencapai 2.055.351 orang. Di bawah Cina, ada Australia yang mendonasikan angka kunjungan 1.188.499 wisatawan, disusul India dengan jumlah 485.314 orang. Selanjutnya, ada 538.334 wisatawan dari Jepang dan 361.197 paspor Inggris yang datang ke Indonesia.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya memang terus melakukan promosi pariwisata ke Cina. Apalagi, jumlah kunjungan wisman asal Negeri Tirai Bambu itu semakin meningkat setiap tahunnya.
"Pak Presiden Jokowi saja sudah ke Bali, sejak 22 Desember 2017. Di Bali, Pak Presiden juga bertemu dengan wisatawan mancanegara, bahkan selfie dengan para wisatawan dengan asyik dan nyaman. Jadi saya mengundang warga Cina untuk berwisata ke Indonesia, termasuk ke Bali. Silakan merayakan Imlek, tahun baru di tempat yang indah dan destinasi nomor satu dunia versi Trip Advisor 2017," Gong Ci Fa Cai!" pungkas Arief.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
