Wisata Kuliner Nggruput Jadi Primadona Akhir Pekan di Pringsewu
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Wisata kuliner Nggruput di jalur dua Pemda Pringsewu, masih menjadi primadona bagi warga untuk menikmati berbagai macam menu kuliner.
Pengunjung bisa memilih makanan seperti soto lamongan, nasi gudeg, sate padang, nasi tiwul, dan jajanan tradisional lainnya di setiap akhir pekan.
Panitia Nggruput, Sudar Elcostis mengatakan, wisata Nggruput mulai dibuka tanggal 1 Oktober 2017 dan sampai sekarang masih tetap eksis.
"Sudah enam tahun ini setiap minggu pagi dari pukul 06.00-10:00 WIB. Kurang lebih 80 pedagang dengan 200 menu tradisional khas Indonesia yang dijajakan," ujar Sudar, Minggu (17/9/2023).
Menurutnya, dari 200 menu tersebut sudah diseleksi benar-benar sehat tanpa bahan pengawet, pewarna makanan, dan pemanis buatan. Sampai hari ini sudah empat kali lolos BPOM Provinsi Lampung.
"Pengunjung selain dari Pringsewu banyak juga dari luar daerah seperti Pesawaran, Tanggamus, Bandarlampung, Waykanan, bahkan ada juga yang dari Jawa, Pengunjung juga bisa ikut senam hinga wahana bermain buat anak anak juga," terangnya.
Siska (40) pedagang makanan menuturkan, baru dua bulan lebih ikut berjualan di Nggruput. Ia menjajakan makanan khas Palembang mulai dari empek-empek, lengang, dan rujak tahu.
"Alhamdulillah ramai dan selalu habis setiap kali menggelar dagangan," tutur Siska. (*)
Lihat video:
@rilis.id Wisata Kuliner Nggruput Jadi Primadona Akhir Pekan di Pringsewu Wisata kuliner Nggruput di jalur dua Pemda Pringsewu, masih menjadi primadona bagi warga untuk menikmati berbagai macam menu kuliner. Pengunjung bisa memilih makanan seperti soto lamongan, nasi gudeg, sate padang, nasi tiwul, dan jajanan tradisional lainnya di setiap akhir pekan. Panitia Nggruput, Sudar Elcostis mengatakan, wisata Nggruput mulai dibuka tanggal 1 Oktober 2017 dan sampai sekarang masih tetap eksis. "Sudah enam tahun ini setiap minggu pagi dari pukul 06.00-10:00 WIB. Kurang lebih 80 pedagang dengan 200 menu tradisional khas Indonesia yang dijajakan," ujar Sudar, Minggu (17/9/2023). Menurutnya, dari 200 menu tersebut sudah diseleksi benar-benar sehat tanpa bahan pengawet, pewarna makanan, dan pemanis buatan. Sampai hari ini sudah empat kali lolos BPOM Provinsi Lampung. "Pengunjung selain dari Pringsewu banyak juga dari luar daerah seperti Pesawaran, Tanggamus, Bandarlampung, Waykanan, bahkan ada juga yang dari Jawa, Pengunjung juga bisa ikut senam hinga wahana bermain buat anak anak juga," terangnya. Siska (40) pedagang makanan menuturkan, baru dua bulan lebih ikut berjualan di Nggruput. Ia menjajakan makanan khas Palembang mulai dari empek-empek, lengang, dan rujak tahu. "Alhamdulillah ramai dan selalu habis setiap kali menggelar dagangan," tutur Siska. (*) Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Ragam/Berita/Wisata-Kuliner-Nggruput-Jadi-Primadona-Akhir-Pekan-di-Pringsewu-ATCfcOe atau klik link di bio profil #rilisid ♬ Powerful songs like action movie music - Tansa
Pringsewu
Nggruput
jalur dua pemda
wisata kuliner
pringsewu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
