Virus Corona yang Bermutasi Lebih Pintar? Simak Penjelasannya
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Mutasi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan corona atau Covid-19 terus menjadi perhatian.
Sebab, varian baru virus corona B117 sudah masuk Indonesia pada Selasa (2/3/2021).
Hingga saat ini, tercatat enam kasus mutasi virus corona B117 yang tersebar di lima provinsi. Yaitu Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Seluruhnya telah sembuh.
Sementara varian baru N439K, meski sudah terdeteksi sejak November 2020, belum dapat dipastikan keberadaannya di Indonesia.
Dokter spesialis penyakit dalam di Bandarlampung, Iswandi Darwis menjelaskan virus adalah makhluk dengan komposisi terkecil.
Virus terbentuk hanya dari RNA (ribonukleat acid). Sehingga, jika terjadi sedikit saja perubahan pada molekul strukturnya akan merubah juga struktur protein di tubuh virus tersebut.
RNA merupakan salah satu materi genetik yang terdiri dari nukleotida atau senyawa organik.
Dalam tubuh manusia RNA berperan sebagai pembawa informasi genetik dan menerjemahkannya dalam sintesis berbagai macam protein
"Kalau virus itu bermutasi berarti susunan proteinnya berubah, yang juga berarti merubah sifat alamiah virus itu," ungkap Darwis, Rabu (24/3/2021).
Menurut Darwis, penamaan mutasi virus tergantung dari jenis mutasinya dan sebagai pemberian penyebutan dari orang yang menemukan mutasi tersebut.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
