Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama Program Magang dengan Jasa Raharja
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) menjalin kerja sama program magang mahasiswa bersertifikat industri dengan perusahaan BUMN PT Jasa Raharja.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Rektor UTI Dr HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA dan Dewi Aryani Suzana selaku Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja, pada Senin (22/3/2021).
Isi kerja sama adalah penempatan magang bagi mahasiswa UTI di PT Jasa Raharja. Perlu diketahui selama dua semester berturut-turut mahasiswa universitas terbaik di Lampung itu diterima magang oleh perusahaan BUMN tersebut. Yakni pada bacht II tahun 2020 dan bacht I tahun 2021.
Mahasiswa yang diterima magang adalah Siska Ruliyanti dan Maria Tri Handayani. Keduanya mahasiswi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Penanggungjawab kegiatan magang UTI Jafar Fakhrurozi, S.Pd., M.Hum menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Jasa Raharja yang telah memberi kesempatan kepada mahasiswa Teknokrat untuk magang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dijadikan sarana peningkatan kompetensi kerja bagi mahasiswa.
“Semoga mahasiswa dapat melaksanakan magang dengan sebaik-baiknya. Dapat mengambil pengalaman serta dapat meningkatkan kompetensi dunia kerja. Selamat untuk mahasiswa. Tahun ini dari sekian pendaftar yang berasal dari perguruan tinggi di Lampung. Hanya dua yang diterima,” ujar dosen Bahasa Indonesia itu dalam keterangannya, Kamis (1/4/2021).
Sementara itu, Wakil Rektor I Dr H Mahathir Muhammad, SE., MM mengatakan bahwa pihak universitas sangat mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, kompetensi kerja sebagaimana disebutkan dalam standar nasional pendidikan dapat ditempuh dengan kegiatan praktik kerja di dunia industri secara langsung.
Untuk mendukung hal tersebut, universitas terus menggalakkan kerja sama dengan mitra industri termasuk BUMN, baik di tingkat nasional maupun regional Lampung.
“Semoga dengan program ini terjalin sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia industri, sehingga tercipta link and match antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja,” tutur Mahathir.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
