Unila Akan Bangun Kampus II di Kotabaru seluas 150 Hektare dengan Konsep Green Building
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Universitas Lampung (Unila) akan membangun Kampus II di Kotabaru Lampung Selatan seluas 150 hektare. Pada 21 September lalu, lahan ini resmi diserahkan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada Unila.
Nantinya kampus II Unila di Kotabaru akan dibangun dengan konsep Green Building (bangunan hijau). Yaitu konsep konstruksi, desain dan operasi berbasis lingkungan yang fokus pada pemanfaatan sumber daya alam yang ada.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Unila, Dr. Ayi Ahadiat mengatakan pihaknya sudah mulai membangun Kampus II Unila dan sudah menyiapkan master plan serta block plan pembangunan.
“Sudah mulai dibangun, jadi kita bergerak cepat melakukan review master plan dan block plan, tapi kita belum bisa launching. Format Pembangunan kampus seluas 150 hektare itu harus green kampus,” kata Dr. Ayi dalam acara Sarasehan Media di Hotel Radisson, Jumat (22/12/2023).
Ia mencontohkan di lahan tersebut ada sungai. Nantinya Unila akan memberdayakan sungai tersebut sebagai bagian dari program pemeliharaan lingkungan.
“Jadi sungai yang ada di situ akan kita kelola dan tetap terpelihara sebagai bagian dari lingkungan kampus,” ujarnya.
Selain itu nantinya akan dibangun berbagai objek untuk pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk memanen panas matahari dan angin yang dikonversi jadi sumber energi. Nantinya juga akan dibangun kebun untuk berbagai jenis tanaman yang terbuka untuk umum.
“Jadi kampus II ini didesain secara hati-hati dan kita ingin kampus ini punya impact hingga 100 tahun ke depan. Jadi kita siapkan konsep sustainable development,” jelas Dr. Ayi.
Dr. Ayi mengakui pembangunan dengan konsep green building ini tidak murah. Namun ia optimistis hal tersebut bisa tercapai.
“Karena Unila ini milik Bangsa Indonesia, akan ada campur tangan Tuhan di situ untuk membangun sebaik-baiknya,” harapnya.
Kampus II Unila
hibah lahan
Universitas Lampung
lahan kota baru
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
