UBL Siap Terima 105 Mahasiwa dari 56 Kampus di Indonesia
Fi fita
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Universitas Bandar Lampung (UBL), kembali bersiap menerima 105 mahasiwa dari 56 berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia melalui pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 3 Tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UBL Yanuar Dwi Prastyo, S.Pd.I., M.A., Ph.D. selaku penanggung jawab PMM UBL, Senin (19/6/2023).
“Alhamdulillah UBL sudah menandatangani perjanjian kerja sama sebagai perguruan tinggi penerima mahasiswa pada kegiatan PMM Batch 3 tahun ini dengan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Gedung D Kemendikbudristek, Jakarta, pada Kamis (15/6/2023) lalu," ujar Yanuar.
Adapun 919 mahasiswa pendaftar dari 224 perguruan tinggi di Indonesia yang memilih UBL. Setelah proses seleksi, 118 mahasiswa dari 62 kampus dinyatakan lolos dan sudah mengkonfirmasi sebanyak 105 mahasiswa dari 56 kampus.
Yanuar juga menyampaikan, jumlah mahasiswa yang akan terlibat pada Batch 3 mengalami peningkatan. Tahun lalu, UBL menerima 61 mahasiswa dari 39 kampus dari seluruh Indonesia, tahun ini mengalami peningkatan lebih dari 6 kali lipat dari kuota yang dibuka.
Hal ini menunjukkan minat mahasiswa untuk mendaftar di UBL sangat tinggi. Mereka akan menghabiskan satu semester menempuh pendidikan di berbagai program studi di UBL.
"Mereka akan menjalani rangkaian kegiatan dengan fokus menciptakan pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial bagi mahasiswa melalui Modul Nusantara,” ungkap Yanuar.
Dikutip dari laman Pusat Informasi Kampus Merdeka Kemdikbud, kegiatan Modul Nusantara bertujuan memaksimalkan ruang jumpa mahasiswa, menambah, pemahaman, dan pengendapan makna toleransi.
Diharapkan, rangkaian kegiatan bantu mahasiswa mengenal kekayaan budaya Nusantara dari berbagai golongan, suku, ras, agama, dan kepercayaan dengan dibimbing Dosen Modul Nusantara (Dosen MN) dan dibantu oleh Liaison Officer (LO). (*)
UBL
Lampung
Kemendikbudristek
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
