Sempat Menyerah, Anak Kuli Serabutan Alumnus IIB Darmajaya Ini Jadi ASN di Mahkamah Agung
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Saya mendaftar S1 Teknik Informatika karena saya ingin meneruskan ilmu yang saya dapat dari bangku SMK. Namun pada saat pengumuman diterima di Prodi D3 Teknik Komputer, tanpa berpikir panjang saya pun menerimanya,” kenangnya.
Awal perkuliahan, Tri merasa kesulitan adaptasi namun karena meraih beasiswa tekadnya kuat untuk lebih giat lagi belajar.
Berangsur terbiasa, dirinya pun banyak aktif di kegiatan kemahasiswaan diantaranya Student Ambassador International Office 2014, Staf Penerimaan Mahasiswa Baru Darmajaya tahun 2016, hingga Sekretaris Umum UKM Bahasa periode 2015-2016.
Ia juga menjadi perwakilan Darmajaya dalam kegiatan Commtech Integrated Initiative di Insitut Teknologi Surabaya bersama 11 negara.
Kelulusan tiba, Tri Suratno tak percaya mendengar pengumuman bahwa dirinya mendapatkan predikat lulusan terbaik D3 Prodi Teknik Komputer dan mendapatkan beasiswa lanjutan ke S1 Sistem Komputer.
“Momentum yang sangat membahagiakan bagi saya dan keluarga, ketika Ibu saya yang tak lulus SD mendapat kesempatan untuk maju ke atas panggung menerima penghargaan dari Rektor IIB Darmajaya. Perjuangan tersebut saya lanjutkan hingga saya lulus S1 Sistem Komputer dengan IPK 3,83,” bebernya.
Sempat bekerja sebagai Sekretaris Desa di Desa Negeri Ulangan Jaya tahun 2019, Tri mencoba mendaftar dalam penerimaan aparatur sipil negara (ASN) pada instansi Mahkamah Agung Republik Indonesia.
“Seleksi demi seleksi saya lewati mulai dari seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, Seleksi Kompetensi Bidang dan Pemberkasan. Sampai akhirnya saya dinyatakan lolos seleksi CPNS Mahkamah Agung dan mendapatkan penempatan di Lampung, Pengadilan Agama Tulangbawang Tengah,” pungkasnya.
IIB Darmajaya
mahasiswa
kerjasama
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
