Rayakan Imlek dan Cap Go Meh, 5000 Wisman Cina Serbu Bintan

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

16 Februari 2018 16:59 WIB
Ragam | Rilis ID
FOTO: Kemenpar
Rilis ID
FOTO: Kemenpar

RILISID, Jakarta — Perayaan Imlek dan Cap Go Meh membawa berkah tersendiri bagi pariwisata Indonesia khususnya Bintan, Kepulauan Riau. Pasalnya, ada 5.000 wisman asal Cina menyerbu Bintan di periode Februari hingga Maret 2018 ini. 

Gelombang pertama sudah mulai membanjiri Bintan pada 13 dan 14 Februari 2018. Mobilitasnya disokong 38 charter flight Sriwijaya dan Citilink.

"Gelombang pertama langsung 800 wisman. Mereka datang dari Hang Zhou dan Ningbo, Tiongkok," kata Asdep Greater Cina Kemenpar, Vinsensius Jemadu melalui siaran persnya, Jumat (16/2).

Vinsensius menyebut, gelombang wisman asal Cina itu akan terus membanjiri Bintan hingga Maret 2018. Di samping itu, dari paket 5 hari 4 malam, mereka akan menghabiskan satu malam di Singapura dan setelah itu kembali lagi masuk ke Indonesia. Artinya, dari sisi hitungan jumlah kunjungan wisman, Indonesia mendapat keuntungan jumlah kedatangan. 

"Tidak ada cara lain memajukan Bintan. Harus lewat pariwisata," ujarnya.

Dia meyakini, pariwisata akan mampu membuka lbanyak lapangan kerja dan meningkatkan devisa.

"Belanja mereka (wisman Cina) luar biasa. Bersama keluarganya, mereka biasanya belanja  ramuan tongkat Ali sampai sarang burung walet," sebut dia.

Menteri Pariwisata, menyambut positif melihat antusiasme wisman Cina mengunjungi Bintan. Kehadiran ribuan wisatawan Cina ke Bintan, menurutnya merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap destinasi wisata di Kepri itu. 

"Bintan tak kalah dengan Bali. Pesonanya terus membius melalui kesempurnaan pariwisatanya. Inilah yang disukai wisatawan Cina," tandas Arief.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya