Populasi Kucing di Lampung Terus Meningkat, Jumlahnya Mencapai Ratusan Ribu Ekor
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Populasi kucing di Provinsi Lampung setiap tahun terus meningkat. Di tahun 2022, jumlah kucing mencapai 182.783 ekor yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Jumlah itu naik 13.474 ekor dari tahun 2021 yaitu 169.309 ekor. Sementara tahun 2020 sebanyak 159.683 ekor kucing.
Kepala UPTD Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Laboratorium Pakan Lampung, Christin Septriansyah mengatakan kucing merupakan salah satu Hewan Penular Rabies (HPR).
Selain kucing ada juga hewan anjing, kera, luwak/musang sebagai yang jumlahnya berbeda-beda.
Di tahun 2022, populasi anjing di Lampung sebanyak 57.537 ekor, kera 2.518 ekor dan luwak/musang 209 ekor. Sementara yang terbanyak adalah populasi kucing yaitu 182 ribu ekor.
Total keseluruhan empat satwa penular rabies di Lampung, jumlahnya sebanyak 243.047 ekor.
Christin Septriansyah mengatakan pihaknya berupaya mengurangi populasi kucing, terutama kucing liar. Salah satunya dengan menjalankan program stetrilisasi atau kebiri gratis.
“Kami sekarang melakukan kegiatan Si Kucing atau Sistem Kunjungan Keliling. Yaitu kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait satu daerah yang ditemukan banyak populasi kucing. Kemudian kami datang ke lokasi tersebut untuk melakukan vaksinasi rabies,” jelas Christin di ruang kerjanya, Selasa (1/8/2023).
Proses vaksinasi ini melibatkan RT dan masyarakat setempat. Selanjutnya akan dilakukan sterilisasi terhadap kucing liar tersebut.
“Kalau hewan itu sudah divaksin rabies, baru kita lakukan pengurangan dengan cara sterilisasi supaya tidak bertambah terus,” ungkapnya.
kucing liar
populasi hewan
rabies
UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
