Polinela Gelar Kuliah Umum Kebijakan Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Program Pascasarjana Magister Terapan Ketahanan Pangan (MTKP) Polinela menyelenggarakan kegiatan Studium General dan Kuliah Perdana bagi mahasiswa baru tahun akademik 2023-2024.
Kegiatan di kampus Polinela ini merupakan bagian dari kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) pada Sabtu 2 September 2023
Narasumber kali ini adalah Kepala Bappeda Provinsi Lampung Ir. Mulyadi Irsan, M.T., yang menyajikan materi kuliah bertajuk “Kebijakan Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”.
Pada paparan materi dari Kepala Bappeda, dijelaskan arah kebijakan pengembangan ketahanan pangan di Provinsi Lampung yang saat ini berfokus pada hilirisasi produk. Yaitu pengolahan hasil dan diversifikasi produk pangan sebagai upaya peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Selain itu, arah kebijakan pengembangan juga berfokus pada program-program untuk memperlancar jalur distribusi dan rantai pasok pangan.
Mahasiswa baru yang hadir berjumlah 20 orang, yang berhasil lulus seleksi tertulis bidang ketahanan pangan dan wawancara serta telah mengikuti matrikulasi wawasan keilmuan ekonomi pertanian dan ketahanan pangan.
Direktur Polinela Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si. dalam sambutannya menyatakan, Polinela sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Vokasi penyelenggara Program Pascasarjana Magister Terapan akan terus berkomitmen dalam upaya memperluas akses bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan di jenjang pascasarjana khususnya magister terapan.
Saat ini Program Pascasarjana Magister Terapan Polinela telah melakukan kerjasama kemitraan dalam penerimaan calon mahasiswa baru dengan diterbitkannya SK Direktur Polinela No 559/PL15/KPTS/2023 tanggal 27 Juni 2023.
SK itu mengatur tentang penetapan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) jalur khusus mahasiswa yaitu jalur alumni Polinela; karyawan Perhiptani; dan jalur kemitraan dengan besaran SPP khusus sebesar Rp 5 juta per semester.
“Beasiswa ini diperuntukkan bagi alumni, Penyuluh Pertanian Lapangan, dan Guru SMK/SMA. Dengan masa studi 4 semester maka total biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jenjang S2 Terapan hanya sebesar Rp20 juta,” jelas Prof Sarono.
Polinela
Magister Terapan Ketahanan Pangan
pascasarjana Polinela
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
